Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) Pada BBL Ny. W Dengan Asfiksia Ringan Di PMB Pera Kecamatan Medan Tuntungan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026

Marsa Adelia, 2319401012 (2026) Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) Pada BBL Ny. W Dengan Asfiksia Ringan Di PMB Pera Kecamatan Medan Tuntungan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. [KTI]

[thumbnail of Marsa- Abstrak.pdf] Text
Marsa- Abstrak.pdf

Download (922kB)
[thumbnail of Marsa-Bab 1-5.pdf] Text
Marsa-Bab 1-5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (540kB) | Request a copy
[thumbnail of Marsa-Daftar Pustaka.pdf] Text
Marsa-Daftar Pustaka.pdf

Download (7MB)

Abstract

Latar Belakang Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator utama derajat kesehatan suatu negara. Berdasarkan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, AKB global diharapkan turun hingga di bawah 12 per 1.000 kelahiran hidup. Di Indonesia, asfiksia neonatorum masih menempati posisi klinis yang sangat krusial karena berkontribusi sebesar 27,4% sebagai penyebab utama kematian bayi baru lahir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi tenaga medis melalui penerapan model asuhan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of Care (CoC). Tujuan Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memberikan dan menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care/CoC) secara komprehensif pada Ny. W (G4P3A0) mulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir (BBL), hingga pelayanan keluarga berencana (KB) di PMB Pera Kecamatan Medan Tuntungan. Metode Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study). Alur pikir asuhan kebidanan diaplikasikan secara sistematis melalui manajemen tujuh langkah Varney dan didokumentasikan secara berkala dengan menggunakan metode SOAP. Hasil Asuhan antenatal (ANC) trimester III dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan dan berlangsung secara fisiologis. Pada masa persalinan tanggal 7 Oktober 2025, bayi lahir spontan pervaginam dengan berat 3.400gram dan panjang 49 cm. Namun, ditemukan komplikasi lilitan tali pusat yang menyebabkan bayi lahir dengan kondisi asfiksia ringan. Bidan segera melakukan tindakan resusitasi neonatus lewat prosedur JAIKAN, yang berhasil memulihkan fungsi respirasi bayi menjadi normal dengan Apgar score meningkat. Pada masa nifas (PNC), keluhan pengeluaran ASI kurang lancar diatasi melalui pijat oksitosin. Pelayanan kontrasepsi diakhiri dengan pemilihan Metode Amenore Laktasi (MAL). Kesimpulan Pendekatan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) terbukti sangat efektif dalam mendeteksi dini risiko tinggi serta menangani kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara cepat, tepat, dan rasional di fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Item Type: KTI
Uncontrolled Keywords: Continuity of Care (CoC), Asfiksia Ringan, Lilitan Tali Pusat
Subjects: Midwifery
Divisions: Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga
Depositing User: Rohasianti Sagala A.Md
Date Deposited: 29 Oct 2026 04:37
Last Modified: 29 Oct 2026 04:37
URI: https://repository.mitrahusada.ac.id/id/eprint/599

Actions (login required)

View Item
View Item