Elni Arizona Hutagaol, 2419001012 (2025) Manajemen Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) Pada Ibu Hamil Dengan Retensio Plasenta, Bersalin, Nifas, Bayi Baru Lahir, Keluarga Berencana Pada Ny.S Di Klinik Sarfina Kecamatan Medan Polonia Kota Medan Tahun 2025. [COC]
Elni Hutagaol- Abstrak.pdf
Download (733kB)
Elni Hutagaol- Bab 1-5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Elni Hutagaol- Daftar Pustaka.pdf
Download (2MB)
Abstract
Continuity of Care (COC) merupakan pendekatan pelayanan kebidanan yang dilakukan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan ibu dan bayi memperoleh pelayanan yang komprehensif, berkesinambungan, serta mampu mendeteksi secara dini adanya komplikasi. Salah satu komplikasi obstetri yang memerlukan penanganan cepat dan tepat adalah retensio plasenta, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan postpartum yang menjadi penyebab utama kematian ibu. Tujuan: Laporan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen asuhan kebidanan secara Continuity of Care pada Ny. S dengan kasus retensio plasenta, mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana sesuai dengan standar praktik kebidanan.Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif menggunakan pendekatan manajemen kebidanan menurut tujuh langkah Varney dan didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dokumentasi, serta studi kepustakaan.Hasil: Asuhan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan menunjukkan bahwa kondisi ibu selama kehamilan dapat dipantau dengan baik hingga proses persalinan. Pada kala III ditemukan kejadian retensio plasenta yang segera ditangani sesuai standar pelayanan sehingga plasenta berhasil dikeluarkan dan perdarahan dapat dikendalikan. Selanjutnya, selama masa nifas kondisi ibu berangsur membaik tanpa komplikasi lanjutan. Bayi baru lahir dalam keadaan baik, mampu beradaptasi dengan lingkungan ekstrauterin, dan tidak ditemukan kelainan maupun komplikasi. Pada akhir masa nifas, ibu telah memperoleh konseling serta memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.Kesimpulan: Penerapan manajemen asuhan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif pada Ny. S dengan retensio plasenta dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Pendekatan COC berperan penting dalam mendeteksi komplikasi secara dini, memberikan penanganan yang tepat, serta mendukung tercapainya kesehatan ibu dan bayi secara optimal.
| Item Type: | COC |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Continuity of Care, asuhan kebidanan, retensio plasenta, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga berencana |
| Subjects: | Midwifery |
| Divisions: | Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi |
| Depositing User: | Rohasianti Sagala A.Md |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 04:34 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 04:34 |
| URI: | https://repository.mitrahusada.ac.id/id/eprint/596 |

